Rabu, 12 Oktober 2011

Mengapa Pembakaran Sampah Rumah Tangga Dilarang

Tentu kita sudah tahu bahwa di banyak negara, sampah rumah tangga dilarang dibakar oleh warga. Sampah tersebut harus diolah oleh instansi terkait. Mengapa ada kebijakan semacam itu? Jawabannya adalah adanya kelompok senyawa yang beracun yang dihasilkan dari pembakaran sampah, yaitu dioksin.


Pembakaran Sampah


Dioksin merupakan sebutan untuk kelompok senyawa dioksin dan furan yang mengandung klorin. Senyawa-senyawa tersebut sangat beracun. Penyakit utama yang disebabkan oleh dioksin antara lain kanker, berkurangnya imunitas, kelainan sistem saraf, keguguran dan perubahan bentuk tubuh bayi.

Daya racun dioksin setingkat dibawah senyawa radioaktif. Dioksin dapat mengganggu kerja hormon dan menyebabkan fungsi sel berubah. Dosis keracunan pada kisaran ppt (part per trillion). Dioksin termasuk senyawa hidrofob, sehingga banyak ditemukan pada makanan berminyak. 

Sumber terbesar dioksin berasal dari pembakaran sampah yang tidak terkendali, terutama senyawa yang mengandung klorin, seperti pemutihan bubur kertas dengan klorin, pembuatan PVC, insektisida, dan sebagainya. Senyawa dioksin yang paling beracun yaitu TCDD (2,3,7,8-tetraklorodibenzo-p-dioksin).  

Dioksin sangat stabil dalam lingkungan. Karena sifatnya yang hidrofob, dioksin dalam tubuh umum ditemui di daerah lemak. Atas dasar inilah sehingga pembakaran sampah oleh warga dilarang di banyak negara. 


2,3,7,8-tetraklorodibenzo-p-dioksin
TCDD

Senin, 10 Oktober 2011

Leukemia

Leukemia (dari bahasa Yunani; leukos : putih, haima: darah) dikenal juga dengan kanker darah, disebabkan oleh produksi sel darah putih yang berlebihan. 




Leukemia ditemukan oleh seorang patologis bernama Rudolf Virchow dan rekannya John Hughes Bennett pada tahun 1845. Virchow mengamati suatu gejala abnormal, yaitu pembentukan sel darah putih yang berlebihan dari seorang pasien di rumah sakit. Setelah lewat 10 tahun, patologis lain bernama Franz Ernst Christian Neumann menemukan bahwa sunsum tulang dari penderita leukemia berubah warna menjadi hijau kekuningan. Pdahal pada kondisi normal, sumsum tulang berwarna merah. Dari penelitiannya ini, Neumann menyimpulkan bahwa sumsum tulang terlibat dalam leukemia.

Pada tahun 1900, leukemia diyakini sebagai penyakit menurun. Lalu pada 1947, Sydney Farber menemukan bahwa aminopterin dapat menyembuhkan leukemia pada anak-anak. Hasil di lapangan menunjukkan, bahwa semua anak yang diobati dengan aminopterin menunjukkan kondisi yang membaik, namun belum sempurna menyembuhkan leukemia.

Pada 1962, Emil J. Freireich dan Emil Frei III menggunakan pengobatan kemoterapi pada penderita leukemia. Hasil dari penelitian Emil bersaudara ini menunjukkan perubahan yang signifikan. Banyak penderita leukemia dapat bertahan hidup lebih lama. 

Leukemia diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Berdasarkan gejalanya, leukemia dibagi menjadi :
  • Leukemia akut, gejalanya adalah pertambahan jumlah sel darah putih yang sangat cepat. Karena sel darah putih yang cacat ini memenuhi tubuh, sumsum tulang belakang tidak bisa memproduksi sel darah putih normal. Leukemia akut sering dijumpai pada anak-anak.
  • Leukemia kronis, gejalanya adalah pertambahan jumlah sel darah putih, tidak cepat namun masih berupa sel darah putih yang cacat. Setelah beberapa bulan, atau tahun, produksi sel darah putih abnormal memenuhi tubuh dan mengancam produksi sel darah putih normal. Leukemia kronis umum dijumpai pada orang dewasa.  
Sel darah putih umumnya berfungsi untuk imunitas dan melawan patogen. Karena disfungsi sel darah putih, penderita dapat kehilangan imunitas sehingga mudah terjangkit penyakit, terkena infeksi, radang tenggorokan, pneumonia, diare, dan infeksi lainnya. Bahkan mungkin saja sel darah putih abnormal tadi malah menyerang sel tubuh yang lain.




Leukemia biasanya diikuti dengan anemia, karena pengurangan sel darah merah, yang dapat menyebabkan demam, keringat dingin, kurus, atau merasa kecapaian. Beberapa penderita mengeluh merasa sesuatu mendesak bagian dalam tubuhnya, ini disebabkan karena pembesaran organ hati dan ginjal.  
Penyebab leukemia belum diketahui secara pasti, namun diketahui beberapa faktor yang dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, seperti:
  1. Faktor Leukemogenik
    Terdapat beberapa zat kimia yang telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia:
    • Racun lingkungan seperti benzena
    • Bahan kimia industri seperti insektisida
    • Obat untuk kemoterapi
  1. Epidemiologi
    • Di Afrika, 10-20% penderita Leukemia Mielositik Akut (LMA) memiliki kloroma di sekitar orbita mata
    • Di Kenya, Tiongkok, dan India, Leukemia Mielositik Kronik (LMK) mengenai penderita berumur 20-40 tahun
    • Pada orang Asia Timur dan India Timur jarang ditemui Leukemia Limfositik Kronik (LLK).
  2. Herediter; penderita sindrom Down memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal. 
  3. Virus; virus dapat menyebabkan leukemia seperti retrovirus dan virus leukemia feline.

  

Pengobatan Leukemia umumnya dengan obat-obatan dan dikombinasikan dengan kemoterapi. Ada juga pengobatan dengan terapi radiasi. Transplantasi sumsum tulang juga cukup menjanjikan untuk kesembuhan. Pengobatan Leukemia terbaru hingga saat ini adalah terapi gen.   
 

Minggu, 09 Oktober 2011

Tesla, Nikola



Nikola Tesla (lahir di Smiljan, Kroasia, 10 Juli 1856 - meninggal di New York, 7 Januari 1943 pada umur 86 tahun), adalah seorang insinyur elektro dan seorang ilmuan kelahiran Kroasia, dikenal sebagai pionir di bidang daya dan medan listrik. Tesla dianggap sebagai salah satu penemu terpenting dalam sejarah dan merupakan salah seorang insinyur kelistrikan terbesar dalam akhir abad ke 19 dan abad ke 20. Tesla merupakan seorang perintis elektromekanik, teknologi wireless dan daya listrik.

Tesla lahir di Smiljan, Kroasia, dan mengenyam pendidikan di Polytechnic School di Graz, Austria dan Universitas Praha. Setelah bekerja selama 3 tahun sebagai teknisi kelistrikan, dia bermigrasi ke Amerika Serikat. Disana ia mengubah kewarganegaraannya menjadi Amerika.
Tesla pernah bekerja untuk Thomas Edison, namun pada akhirnya ia meninggalkan pekerjaan itu untuk menekuni eksperimennya sendiri.

Pada tahun 1888, Tesla menemukan suatu sistem pembangkit dan transmit listrik arus searah untuk pembangkit listrik. Karyanya ini dibeli oleh ilmuan Amerika, George Westinghouse, yang mendemonstrasikannya pertama kali di World's Columbian Exposition di Chicago (1893). Dua tahun kemudian, motor pembangkit arus AC buatan Tesla diaplikasikan di Air Terjun Niagara.

Beberapa hasil penemuan Tesla antara lain adalah generator berfrekuensi tinggi (pada 1890) dan koil Tesla (Tesla Coil, pada 1891). Atas temuannya itu, Tesla dinobatkan menjadi salah satu ilmuan listrik Amerika terhebat. 

van Leeuwenhoek, Antoni

Antoni Philip van Leeuwenhoek (24 Oktober 1632 – 26 Augustus 1723), adalah seorang ilmuan yang  berasal dari Delft, Belanda. Dia  dikenal dengan sebutan "Bapak Mikrobiologi" karena jasanya dalam penemuan dan pengembangan mikroskop.




Berbekal mikroskop buatannya sendiri, ia mengamati organisme bersel satu. Saat itu Antoni menyebutnya dengan animalcules (sekarang disebut mikroorganisme). Selain itu, ia juga mengamati jaringan otot, bakteria, sel sperma, dan sel darah merah.
Antoni menulis banyak surat tentang hasil penelitian dan penemuannya. Meskipun begitu, ia tidak pernah menerbitkan buku tentang hasil penelitiannya.
Setelah sukses dengan mahakaryanya, yaitu mikroskop dan menggunakannya untuk penelitian mikroskopik, van Leeuwenhoek mulai dikenal Eropa. Royal Society pun mengundangnya untuk bergabung. Antoni menyetujuinnya dan mulai mengirim surat-surat ke Royal Society di London. Dan pada 1673, wadah para ilmuan ini menerbitkan karya Antoni dalam suatu jurnal yang berjudul Philosophical Transactions.




Meskipun dalam kondisi sakit parah, Antoni masih mengirim surat-surat ke Royal Society. Diketahui bahwa surat terakhirnya memuat tentang penelitiannya sendiri atas penyakit yang dideritannya. Dia mengalami penyakit langka dan aneh, yang dikenal dengan nama "Penyakit Van Leeuwenhoek". Antoni meninggal pada 26 Agustus 1723, saat berumur 90 tahun dan dikuburkan di Oude Kerk.

Antoni ternyata tidak hanya membuat satu mikroskop saja. Ia membuat 25 jenis mikroskop dan hampir 500 jenis lensa. Beberapa hasil penelitian Antoni antara lain :
  • Infusoria (1664)
  • Bakteria
  • Vakuola sel
  • Sel Sperma
  • Jaringan Otot
  • dsb
Antoni mempunyai teknik khusus pembuatan lensa, yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri. Selama beberapa abad, tidak ada yang bisa membuat ulang mikroskop yang sama persis dengan milik Antoni. Baru pada 1957, C.L. Stong menggunakan "teknik kaca tipis" dan berhasil meniru mikroskop Antoni. Metode yang sejenis juga dilakukan A. Mosolov dan A. Belkin di Novosibirsk State Medical Institute.

Antoni memiliki 6 anak. 5 dari istri pertamanya, Barbara de Mey. Barbara de Mey meninggal pada 1666. Antoni lalu menikah lagi dengan Cornelia Swalmius dan dikaruniai satu anak lagi.